Touring Makassar – Selayar

Akhirnya sepupuku menikah juga, setelah 35 tahun menjomblo. Pertemuan dengan calon istrinya cukup unik, hanya melalui sms dan telepon. Namun yang namanya jodoh, serumit apapun pasti terwujud. Untuk menghadiri pesta perkawinan tersebut saya memutuskan pulang kampung dengan menggunakan sepeda motor.

Ada dua alasan mengapa saya memutuskan menggunakan sepeda motor. Pertama untuk nostalgia dan menguji ketahanan tubuh saya. Sewaktu SMA dulu saya sering pulang kampung menggunakan motor. Fisik jelas tidak se fit waktu SMA, maka ingin diuji lagi. Alasan ke dua, dengan sepeda motor saya lebih bebas mengunjunggi rumah kerabat di kampung halaman.

Langkah awal adalah mempersiapkan kendaraan seprima mungkin. Lebih baik mencegah daripada mengobati, adalah pepatah yang selalu kuterapkan.  Persiapan yang prima mencegah terjadinya hal hal yang tak diinginkan. Kondisi ban, kelistrikan, oli dan kondisi mesin diperiksa dan dipersiapkan oleh tehnisi yang telah mengenal motor tunganganku dengan baik.

Saya memilih untuk berangkat pagi. Udara pagi sangat menyegarkan dan menyejukkan. Kepadatan kendaraan juga tidak sepadat di siang hari. Ditemani adik saya berangkat menembus udara subuh yang dingin. Makassar – Takalar kami tempuh dalam tempo sejam. Kami hanya menjumpai kemacetan di dua pasar subuh di daerah Gowa. Kami istirahat sebentar di POM Bensin Tope Jawa. POM Bensin memeiliki fasilitas wc umum yang bersih. Juga menyediakan Mushala yang terawat baik. Point plusnya adanya kolam ikan dekat WC umum yang dilengkapi ayunan untuk bersantai.

Setelah penat hilang, dan badan terasa segar perjalanan kami lanjutkan. Jalur berikutnya adalah kabupaten Jeneponto. Inilah Kabupaten Terpanjang di sepanjang perjalanan ini. Kondisi jalannya tidak semulus jalur Gowa – Takalar. Alunan “Ombak” darat mulai menguncang tungangan kami. Kondisi kendaraan yang prima dan persiapan fisik yang telah kulakukan terasa manfaatnya saat ini. Setiba di ibukota kabupaten Jeneponto, kami memutuskan untuk istirahat sejenak di POM Bensin yang ada di dekat Terminal Jeneponto. Kuperiksa kondisi bensi ternyata masih tersisah 3/4 tangki. Motor ini cukup hemat juga. Ketika kuperhatikan jam di handphone sudah menujukkan pukul 7.24, berarti kami sudah sejam berkendara. Istirahat ini bertujuan mendinginkan mesin motor, menghilangkan rasa penat dan persiapan menempuh rute yang lebih berat.

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Medan selepas kota Jeneponto hingga Perbatasan Kabupaten Bantaeng sangat berat. KOndisi Jalan yang sementara dalam pembongkaran membuat harus extr hati hati melaluinya. guncangan yang ditimbulkan lebih parah dari jalur sebelumnya. Motor hanya bisa dipacu hingga 30 km/jam. Debu dan batu batu lepas menambah berat jalur ini. Jika anda punya rencana melalu rute ini dalam bulan ini sebaiknya menyiapkan ban dalam cadangan. Kondisi ban luar juga harus yang terbaik. Dengan penuh perjuangan akhirnya kami tiba di kabupaten Bantaeng. Di sini kami memilih POM bensin sebagai tempat istirahat. POM Bensin besar dan dilengkapi mini market  dan kafe. 

Rute Bantaeng – Bulukmba adalah rute termulus ditambah pemandangan tepi pantai yang indah. Di rute inilah motor bisa diapacu lebih laju. Kecepatan 80 km/jam bisa dilakukan dengan mulus. trek jalannya mirip trek balap motor GP. Serasa menjadi “Rossi” yang melaju dengan mulus di tiap tikungan. Rute ini kami tempuh hanya 25 menit. Di Kota Bulukumba, bahan bakar kutambah hingga full tangki. Kemudian istirahat sekitar 15 menit. Tujuan selanjutnya adalah Pelabuhan Bira.

Rute menuju pelabuhan Bira cukup menguras stamina. Jalanan yang bergelombang dan berlubang membuat kita harus waspada. Kemampuan slalom sangat dibutuhkan di rute ini. Kelincahan menghindari lubang sangat penting untuk jalur ini. Jarak sekitar 40 km dari kota Bulukumba ke Bira ditempuh selama satu jam karena beratnya medan.  Banyak pemandangan indah di jalur ini. Seperti Tempat pembuatan perahu Phinisi, Tepi pantai yang indah dan bangau-bahgau putih yang mencari makan di empang. Sayang, karena beratnya medan jadi tak dapat dinikmati dengan seksama. Akhirnya kami tiba di Pelabuhan Bira pada pukul 10.11 WITA. Karena Fery pertama menuju pelabuhan Pammatata, Selayar baru berangkat pada pukul 11.00 berarti ada kesempatan istirahat selama sejam. Kumanfaatkan untuk mengisi kampung tengah.

Penyebrangan dengan fery pertama cukup lancar. Jumlah kendaraan tidak banyak. Laut yang tenang menambah kenyamanan penyebrangan. Waktu tempuh dua jam tidak terasa. Saya bahkan sempat tertidur selama sejam. Tidur yang sangat kuperlukan untuk memulihkan kondisi tubuh. Karena dari Pelabuhan Pammata ke kota Benteng jaraknya sekitar 48 km. Masih cukup jauh.

Aroma udara khas Selayar menyambut ketika turun dari fery di pelabuhan Pammatata. Kulihat ke angkasa seekor Elang terbang berputaran di atas pepohonan seolah menyambut kembalinya putra Selayar. Indahnya pantai Pammatata dengan hamparan pasir putihnya menyadarkanku kembali bahwa saya telah ada di tanah kelahiranku, yang kutinggalkan sejak berumur 3 bulan.  Selayar…Tanah Doang…aku kembali.

Rute Pammatata – Benteng kami tempuh selama sejam. memotong bukit dan menyusuri tepi pantai. Berkendara di bawah naungan pohon kelapa tua yang menjulang setinggi 7 meter. Aroma kayu bakar behembus dari rumah-rumah penduduk sepanjang jalan. Aromanya khas sekali. Kami tiba di Rumah besar tepat jam 14.00 WITA.  Kegembiraan sanak familiy yang menyambut kedatangan kami menguapkan kepenatan yang dialami selama perjalanan.

SELAYAR AKU DATANG

SELAYAR AKU KEMBALI

PULANG KAMPUNG

 

Jadwal Penerbitan Perangko Pada Pameran WSC Indonesia 2012

Perhelatan filateli akbar akan digelar pada tahun 2012 nanti, tepatnya pada tanggal 18-24 Juli 2012. Pameran filateli ini mengusung tema “Jembatan Menuju Dunia Yang Damai Melalui Perangko”  (Bridging To the World of Peace Throught Stamp).

Pada saat pameran tersebut PT Pos Indonesia akan menerbitkan edisi khusus sebagai berikut:

Hari Pertama, Senin 18 Juni 2012
Penerbitan souvenir sheet Cartor
Penerbitan souvenir sheet design WAYANG

Hari Kedua,  Selasa  19 Juni 2012
Penerbitan souvenir sheet design BADAK / RHINOCEROS

Hari Ketiga, Rabu 20 Juni 2012
Penerbitan souvenir sheet design TARIAN SAMAN

Hari Keempat,  Kamis 21 Juni 2012
Penerbitan souvenir sheet design KOMODO

Hari Kelima, jumat 22 Juni 2012
Penerbitan souvenir sheet KERIS

Hari Keenam,  Jumat 23 Juni 2012
Penerbitan souvenir sheet ANGGREK / ORCHID

DAY Ketujuh, Sabtu 24 Juni 2012
Penerbitan of souvenir sheet ANGKLUNG

Istimewanya, pada penerbitan seri Wayang, Perangkonya dibuat dari kulit. Ini merupakan investasi bagus bagi filatelis. Saran saya bagi filatelis pemula, jangan lupa diri dalam membeli koleksi di ajang pameran ini. Mengapa? Karena godaan akan banyak sekali. Suasana pada pameran sekelas pameran dunia akan mendorong kita untuk membeli…dan membeli.  Apa lagi yang di jual cantik-cantik. Tapi ingat, batasi diri. Jangan sampai pengeluaran terlalul besar.

Untuk filatelis pemula, sebaiknya membeli sesuai tema yang dikoleksi saja. Pintar-pintarlah memilih benda yang akan memberi nilai tambah terhadap koleksi yang sementara di susun sehingga bisa ikut pada pameran filateli berikutnya. Contohnya; jika anda mengoleksi tema bunga, lengkapi dengan perangko, souvenir sheet, Mini sheet, prangko label, cap pos, kartu pos, maxi card yang kesemuanya bertema bunga. Untuk meningkatkan nilai koleksi carilah Cetak percobaan, Rancangan pra cetak, perbedaan peforasi, ataupun variasi warna. Keunikan dan kelangkaan benda akan memberi nilai tinggi pada koleksi yang disusun.

Selamat berburu perangko.

Senja di Pantai Losari

Rasa rindu membara di dalam dadaku. Tak terasa sudah tujuh tahun kutinggalkan engkau. Entah bagaimana rupa mu kini. Kudengar engkau makin cantik dan modis. Tugas belajar ke negeri Paman Sam memaksaku terpisah dari mu. Pagi ini pesawatku mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, setelah menempuh perjalanan lama dan melelahkan dari New York.

Hawa khas kampung halamanku mengalir sejuk memenuhi rongga dadaku. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sangat berbeda dengan tujuh tahun lalu. Sekarang bandara ini sudah secangih bandara Changi, Singapore. Garbarata dari pesawat ke tempat kedatangan, sehingga tidak perlu naik turun tangga dari pesawat ke tempat kedatangan. Segera aku menuju tempat pengambilan bagasi. Oleh-oleh untuk keluarga ada di bagasi, kwalat kalau barang itu tidak ada. Syukurlah bagasi ku dapat cepat kudapatkan. Pemandangan yang masih sama dengan bandara lama adalah banyaknya sopir yang berebut penumpang di luar pintu keluar, menawarkan jasa mereka. Namun saya lebih memilih jasa Taxi bandara yang tersedia di dalam bandara. Kemungkinan macet di jalanan tidak kualami karena sopir taxi memilih jalaur bandara – kota lewat jalan Tol. Lumayan cepat, butuh 45 menit untuk sampai di daerah Malengkeri.

Sore harinya aku menuju tempatmu, kerinduan ini ingin segera kutuntaskan. Sengaja ku pilih waktu senja karena penampilan tercatikmu di saat matahari terbenam. Senja di Pantai Losari, telah tujuh tahun ku nantikan. Menikmati matahari terbenam ditemani sepiring Pisang epe’ dan es teler. Kuliner yang tak mungkin kutemukan di Amerika. Indahnya Sunset di pantai losari punya kecantikan tersendiri yang tak dapat ditemukan di tempat lain. Teman-temanku ingin sekali berkunjung ke Makassar untuk melihat keindahanmu, setelah mendengar ceritaku mengenai sunset di pantai losari. Hanya mereka terkendala karena belum menemukan travel yang menawarkan paket Makassar.  Saya sarankan mereka untuk bacpaper aja, agar hemat.

Kuceritakan kepada mereka banyak obyek wisata yang bisa dilihat di Makassar. Wisata sejarah mengunjunggi museum, benteng dan makam kuno. Benteng Ujung Pandang yang merupakan bekas benteng VOC pada masa penjajahan Belanda. Bentuknya menyerupai penyu sehingga sering juga di sebut benteng Panyaua. Di benteng inilah Pangeran Diponogoro diasingkan hingga wafat dan dikuburkan di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Diponogoro. Sayangnya pemerintah daerah kurang memperhatikan potensi wisata sejarah ini. Misalnya dengan memasang papan yang menceritakan kisah Pangerang Diponogoro selama di asingkan di Makassar. Atau mencetak brosur yang berkaitan dengan kisah tersebut sebagai bagian dari promosi wisata. Potensi wisatawan lokal mengunjunggi Makassar cukup besar, karena selain sebagai pintu gerbang Indonesia Timur juga sebagai kota Konvensi yang rutin menyelenggarakan konvensi setiap tahunnya. Wisata sejarah lainnya adalah Benteng Somba Opu, Balla Lompoa di Gowa, Makam Syech Yusuf, Mesjid Tua Katangka, dan Museum di Jalan Balai Kota Makassar.

Wisata pantai bisa dilakukan di pantai losari, Pantai Akarena, Pantai Tanjung Bunga dan beberapa pulau di sekitar Makassar. Pagi hari minggu Pantai Losari di tutup sementara untuk kendaraan bermotor, karena digunakan untuk acara senam masal. Nyaman juga menikmati suasana pagi tampa kendaraan bermotor. Habis senam kita dapat menganjal perut dari penjaja makanan yang banyak mangkal di sekitar Pantai Losari. Bubur Ayam adalah makanan yang paling kucari.

Yang paling ingin kucicipi adalah wisata kulinernya. Pisang epe’, es Teler, es Pisang ijo, Pallu Butung, Jalangkote, Saraba, Nyuk Nyang, Mie Kering, Coto Makassar, Sop Saudara, Konro, dan yang paling aku suka adalah Ikan bakarnya. Karena Ikannya masih segar-segar, ditambah sambal khas yang sangat enak. Kepulangan kali ini akan kugunakan untuk berburu kuliner di Makassar. Menebus kehilangan selama tujuh tahun. Tak terasa matahari telah terbenam sempurna. Siluet sunset Pantai Losari tak ada duanya di dunia. Tiba-tiba aku di kagetkan oleh bunyi dari perutku. Ternyata Perut ini pun menuntut diisi. Apa yang baik ya? Begitu banyak pilihan dari rumah makan dan cafe yang ada di sekitar Pantai Losari. Kupilih salah satu rumah makan yang menyajikan menu  ikan bakar. Ini dia yang kucari-cari. Segera kupesan Ikan Baronang Bakar Rica-Rica, Udang Saus Lada Hitam, dan sayur santan.  Kesegaran Ikan dan Udangnya ditambah bumbunya yang khas Makassar membuat aku menjadi lahap. Hal demikian tak dapat kutemui di Amerika. Di sana Ikan sudah tidak segar lagi. Jarang di jumpai ikan seperti yang di Makassar. Rata-rata berupa fillet. Apalagi mau cari sayur santan, mustahil, kecuali berkunjung ke rumah orang Indonesia. Terpuaskan juga dahagaku selama tujuh tahun ini.

Melihat potensi wisata pantai di Makassar saya jadi terinspirasi untuk menggarapnya. Di Amerika potensi wisata pantai dan laut sudah tergarap dengan baik. Jika kita ke pantai akan kita jumpai orang berjemur, bersepatu roda, skate board, voley pantai, dan beragam olah raga pantai lainnya. Mengapa kita tidak melakukannya juga di Makassar. Daerah Tanjung Bayam mempunyai potensi untuk digarap seperti itu. Memang diperlukan kepedulian pemerintah untuk menata ulang sarana dan prasarana yang ada. Keterlibatan masyarakat diarahkan dengan membentuk zone untuk villa, zone olah raga pantai, dan zone fasilitas umum. Saya sendiri ingin mempunyai sebuah yacth dengan dasar transparant untuk melihat keindahan terumbu karang. Di atas yacth tersedia fasilitas olah raga selam yang lengkap. Tak sabar rasanya untuk mewujudkan mimpi ini.

Pengukur Peforasi : Salah Satu Alat Filatelis

Pengukur peforasi, kata yang mungkin asing bagi yang baru kenal dunia filateli, apalagi yang belum kenal filateli tentu sulit membayangkan apa itu. Bagi yang sudah lama berkutat dengan dunia filateli, pengukur peforasi merupakan alat utama disamping, pinset dan kaca pembesar. Mengapa alat ini begitu penting.

Zaman dahulu pencetakan perangko masih menggunakan alat cetak sederhana. Sering perangko yang sama tetapi ukuran peforasinya berbeda. Bagi yang belum tahu apa itu peforasi, peforasi adalah lubang-lubang disekeliling perangko. Fungsi utamanya untuk memudahkan saat akan merobek sekeping perangko dari lembarannya.

Bagi orang awan, apalah pentingnya perbedaan peforasi dari perangko. Bukankah perangko hanya bukti pelunasan ongkos kirim surat. Tetapi bagi ahlinya perbedaan peforasi berarti perangko dengan variasi lain. Variasi ini akan meyebabkan kelangkaan, yang menyebabkan nilainya berbeda dengan perangko regulernya.

Gambar di atas menunjukkan prangko 29 Cent Hank William cap dikeluarkan pada tahun 1993 dengan dua pengukuran perforasi yang berbeda.

Untuk mengukur perbedaan peforasi digunakan alat pengukur peforasi. Alatnya seperti mistar, namun sekarang juga tersedia alat pengukur peforasi digital.

Gambar. 2 Pengukur Peforasi

Gambar 3. Pengukur peforasi digital

Cara mengunakan alat pengukur peforasi sangatlah muda. Perangko yang akan diukur tempatkan perangko diatas pengukur peforasi. Lalu cari ukuran peforasi yang tepat antara perangko dengan alat pengukur. Untuk yang digital lebih mudah lagi. Cukup masukkan peranko ke tempat pemasukkan perangko yang telah tersedia dan alat akan mengukur sendiri.

Perlu diketahui jumlah peforasi vertikal dan horisontal perangko berbeda. Perangko seri yang sama masih memungkinkan adanya variasi peforasi. Perangko Indonesia seri-seri zaman Belanda, Jepang, dan Kemerdekaan banyak mempunyai variasi peforasi. Nah, silahkan berburu variasi peforasinya. Setelah dapat cocokkan dengan katalog resmi. Bila tidak terdapat, coba kontak teman-teman filatelis, siapa tahu anda mendapatkan variasi baru suatu seri perangko.

Selamat mencoba.

Salam filatelis

Pilih Ultrabook atau Tablet?

Mendedikasikan diri untuk menjadi penulis blog membuat saya diharuskan bisa memposting artikel dimana saja. Apakah itu di warung kopi, rumah sakit, ataupun di tempat rekreasi. Laptop dan modem adalah dua alat yang menjadi teman setia pengisi ransel. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya ransel yang harus dibawa. Selain komputer dan modem, Cas, kamera saku, dan buku catatan itulah isi standard ranselku. Wow…bisa sampai lebih dari 7 kg.

Bisa dibayangkan bagaimana beratnya beban yang harus dipanggul di pundak. Hendak dijinjing pun masih berat. “Kenapa lu harus ribet segitu” kata seorang teman saya.

“Sekarang udah banyak ultrabook, laptop ringan tetapi kemampuannya tidak kalah dari laptop yang tebal dan berat, atau mau pilih tablet yang lebih ringan? ” tambahnya.

Iya juga ya.

Karenanya saya memulai survei kecil-kecilan untuk memutuskan mana yang saya butuhkan, apakah ultrabook atau tablet. Ultrabook merupakan notebook yang tipis dan ringan. Umumnya menggunakan prosesor teranyar dengan kemampuan tinggi. Sedangkan tablet adalah komputer simple yang penampilannya hanya berupa layar 7″ hingga 10″. Dari segi keandalan ultrabook leih unggul. Namun dari segi simple Tablet lebih unggul. Kelebihan tablet yang lain adalah tidak membutuhkan modem lagi, sedangkan ultrabook masih memerlukan modem.

jadi pilih yang mana ya? Ultrabook atau Tablet untuk menganti Laptopku yang mulai terasa berat di pundak.

TERASI UDANG SELAYAR

Bagi yang telah membaca tulisan saya tentang Satai Kelinci Kaliurang, tulisan ini merupakan kelanjutannya. Tujuan berkunjung Ke Yogyakarta adalah memesan alat Drum Band untuk sebuah sekolah di Kabupaten Kepulauan Selayar. Alat itu kemudian saya antar ke Selayar.

Kabupaten Kepulauan Selayar terletak di sebelah selatan dari Kota Makassar. Ada dua cara untuk ke Selayar. Pertama dengan pesawat udara  yang berkapasitas 70 orang. Terbang setiap hari dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Padang, Selayar. Ditempuh sekitar 20 menit penerbangan. Sangat singkat tapi harga tiketnya lumayan, Rp. 390.000,- kalau dipesan jauh hari sebelum keberangkatan, dan bisa melonjak menjadi Rp. 500.000,- jika kita memesannya pada hari keberangkatan. Hampir sama dengan harga tiket pesawat Makassar – Surabaya.

Cara kedua dengan perjalanan darat menggunakan bus. Untuk nyaman saya sarankan anda mengambil bus AC karena perjalanan cukup jauh. Menempuh lebih dari 200 km dari Makassar ke Pelabuhan Bira Bulukumba. Rata-rata bus berangkat jam 09.00 WITA. Singgah makan siang di Bantaeng, kemudian perjalanan dilanjutkan, dan tiba di Pelabuhan Bira sekitar jam 14.00 wita. Tiba di Kota Benteng Selayar sekitar jam 18.00 wita.

Setelah menyerahkan barang antaran, saya diajak teman mengunjungi pembuat terasi udang khas selayar. Keunikan terasi ini, adalah pembuatannya masih tradisional, menggunakan bahan alami tampa pengawet dan tahan sampai 8 bulan dalam kemasan kedap udara. Bentuknya seperti gundu dengan warna coklat terang. Sayangnya kemasannya belum menarik. Hanya dikemas dalam botol mineral. Maka saya sarankan untuk membuat kemasan yang lebih menarik. Eh malah dapat order untuk membuat kemasannya. Diterima aja, sekarang lagi merancang bentuk dan gambar kemasan yang tepat. Yang belum banyak diketahui umum, terasi selayar telah lulus uji POM dan sudah mendapatkan nomor register. Mirip lulus uji emisi mobil SMK.

Tulisan ini saya akhiri dulu, nanti kita lanjutkan, sekaligus memberi waktu untuk merancang bentuk kemasan terasi selayar.

salam.

 

Satai Kelinci Kaliurang

Minggu lalu saya berkunjung ke Yogyakarta. Daerah yang masih kental dengan tradisi namun telah membaur apik dengan modernisasi. Kunjungan yang hanya 2 malam tapi sangat berkesan. Tujuan saya ke Yogyakarta untuk melihat lansung pusat pengrajin batik dan pengrajin alat Drum Band. Sehubungan dengan pesanan alat Drum Band sebuah sekolah swasta.

Karena ingin bernostalgia saya tidak menempuh jalur lansung Makassar – Yogya, tetapi terbang ke Surabaya. Kemudian di lanjutkan dengan Kereta Api ke Yogya. Tapi rencana saya gagal, karena kereta pertama telah berangkat. Saya putuskan untuk naik mobil travel aja, mungkin lebih cepat. Namun kenyataannya, jarak surabaya Yogya ditempuh lebih dari 10 jam. Hufff sangat melelahkan dan membosankan.

Rencana tiba jam 2 siang di yogya mundur jauh, saya tiba pada pukul 18.57 . Sampai di penginapan saya lansung tertidur karena kelelahan. Rekan kerja di yogya mengajak keluar untuk menikmati suasana malam di malioboro terpaksa saya tolak, karena kelelahan.

Pagi keesokan harinya, setelah menikmati sarapan salad di penginapan. Sarapan seperti mbeeek….yang saya tampilkan di status FB sambil upload foto saladnya. Saya menikmati Malioboro. Masih pagi. Penjual baru bersiap mengelar  dagangannya. Kesempatan untuk mendapat harga murah. Karena pembeli pertama adalah penglaris. Walhasil bisa mendapatkan dompet dan ikat pinggang dengan harga sangat miring. Harga tenggelam. Bayangkan dari harga Ratusan ribu, bisa deal tiga puluh ribu rupiah. Tenggelam ndak?!

siangnya oleh rekan kerja saya diajak makan siang di Kaliurang. Menu Sate Kelinci sangat nyumie. Setelah itu baru kami meluncur ke Bantul. Mengunjungi pengrajin drumband.

Kerajinan pembuatan alat Drum band dan Marching Band ternyata telah lama di produksi di Bantul. Tepatnya pada tahun 2000. Keahlian yang diturunkan dari ayahnya. Telah berhasil membuat kelengkapan alat drum band dan marching band yang setaraf dengan produksi luar negeri. Berbagai pesanan dari seluruh pelosok Indonesia telah dipenuhinya.  Saya pun memesan satu set alat drum band. Ternyata pelayanan mereka cukup memuaskan. Dalam waktu 3 hari barang telah tiba di Makassar. Saat tulisan ini anda baca, saya sedang mengantarkan alat tersebut ke daerah yang memesannya. Perjalanan ke daerah itu akan saya muat dalam tulisan berikutnya.

salam.

 

 

Enhanced by Zemanta

CTO : Canceled To Order

Untuk memahami dunia filateli, seorang filatelis harus belajar banyak. Beragam pengetahuan dibutuhkan untuk menyusun suatu koleksi yang bernilai filateli tinggi sekaligus bernilai ekonomis tinggi pula. Namun nilai ekonomis suatu koleksi  filateli bukanlah tujuan utama penyusunan koleksi. Itu merupakan dampak dari tersusunnya suatu koleksi yang bermutu tinggi.

Hal ini yang sering disalah artikan oleh para pemula atau yang awan dengan filateli. Mereka beranggapan semua benda filateli yang telah lama bernilai tinggi. Padahal patokan untuk menentukan harga berupa katalog, mereka tidak ketahui. Yang menyedihkan prangko yang sering mereka tawarkan adalah jenis CTO “Canceled To Order” distempel karena pesanan.

Perangko merupakan bukti pelunasan ongkos kirim surat. Perangko yang ditempel di sampul surat akan mendapat cap pos yang berisi data tanggal pengiriman dan kantor pos tempat pengiriman.  Namun ada di jumpai perangko mint yang telah dibubuhi cap pos, inilah yang dinamakan CTO.

Beberapa negara selain mencetak perangko untuk pemerangkoan juga mencetak CTO. Perangko mint yang telah di beri cap pos itu di jual kepada pedagang atau kolektor perangko dengan diskon yang besar. Mengapa? Karena pihak pos tidak perlu mengeluarkan biaya pengiriman dari setiap keping perangko CTO yang mereka jual. Kalau perangko used, pihak pos mengeluarkan biaya pengiriman surat. CTO adalah perangko mint yang diberi cap pos, atau sengaja di usedkan. Jadi tak perlu ada biaya lain selain ongkos cetaknya.

Perangko Mobil Winton 1899 USA dengan nilai 32 cent dengan nomor katalog Scott 3022 pernah dilaporkan sebagai CTO. Seorang pembeli melaporkannya karena membeli satu sheet perangko ini yang masih mint tapi telah ci cap roler. Setelah diselidiki perangko tersebut telah dibeli oleh suatu perusahaan marketing untuk biaya pengiriman surat mereka. Sisa perangko yang telah di cap namun belum mereka gunakan, telah di jual ke seorang kolektor yang melaporkan hal ini.

Perangko CTO kebanyakan di keluarkan oleh negara eropa timur, negara-negara kecil di Pasifik, dan sebagian negara Asia. Ciri khasnya, adalah lem yang masih utuh melekat di belakang perangko. Ciri lainnya adalah tanggal cap yang sama untuk satu sheet perangko. Nilai filateli perangko CTO sangat kurang. Mengapa? CTO sengaja dibuat dalam jumlah yang banyak. Sehingga prinsip kelangkaan tidak terpenuhi. Filatelis juga kurang menyukai benfil yang sengaja di buat untuk keuntungan semata.

Tulisan singkat ini untuk memberi masukan bagi para pemula, agar lebih mengetahui dunia filateli yang unik.

salam filatelis

Tema PON dalam Perangko

Bagi yang senang olah raga dan filateli bisa menggabunkan ke dua kesenangan ini dengan mengoleksi perangko bertema olah raga. Negara kita bahkan termasuk sering menerbitkan perangko tema ini.

Dalam rangka sosialisasi PON XVIII yang akan diadakan di Provinsi Riau tahun 2012 mendatang, PT POSINDO menerbitkan perangko PON XVIII. Pekan olah raga ini akan mempertandingkan 39 cabang olah raga.

Mari kita lihat gambar-gambar perangko Tema Olah Raga dan PON yang telah diterbitkan.

 

 

 

Bagaimana Menentukan Nilai Koleksi Filateli

Beberapa minggu ini saya sering mendapat tawaran untuk membeli koleksi perangko dari pewaris koleksi ataupun yang mulai bosan dengan koleksinya. Beberapa tidak mempunyai pengetahuan dasar mengenai nilai perangko yang mereka tawarkan. Mereka hanya melihat tahun dan jumlahnya yang beberapa album perangko, dan menganggap akan mendapat rupiah yang banyak.

Inilah yang mendorong untuk menulis artikel ini.

Nilai sebuah koleksi perangko atau koleksi filateli ada dua jenis. Pertama nilai filatelinya dan yang ke dua nilai ekonominya.

Nilai filateli, agak sukar di jabarkan karena ini menyangkut selera dari setiap filatelis. Orang yang mengoleksi tema bunga menilai benda filateli bertema bunga dengan nilai tinggi. Tetapi menilai rendah terhadap tema yang lain, dengan kata lain tidak berminat. Jadi jika anda menawarkan tema pesawat kepada filatelis yang mengoleksi tema bunga, anda akan mendapat kesan dicuekin, acuh tak acuh, karena mereka tidak membutuhkan tema itu. Nilai filateli penulis artikan sebagai nilai koleksi.

Nilai Ekonomi adalah nilai jual suatu benda. Penentuannya berdasarkan Katalog. Setiap negara mempunyai katalog perangko sendiri. Nilai katalog inilah yang dijadikan standar dalam jual beli perangko. Sedangkan untuk perangko baru atau yang masih tersedia di kantor pos nilai jualnya sesuai nominal yang tertera pada perangko.

Faktor yang paling diperhatikan oleh filatelis adalah kelangkaan. Suatu benda filateli yang langka akan bernilai filateli dan ekonomi yang tinggi. Kelangkaan tidak berkaitan dengan umur. Jangan beranggapan makin tua koleksi berarti makin langka, belum tentu!. Kelangkaan berarti jumlah yang beredar dengan kondisi serupa sangat sedikit.

Kondisi dan Kelangkaan saling terkait. Barang langka dengan kondisi jelek akan menurunkan nilainya. Tentu saja yang kondisinya prima akan menjadi rebutan, sehingga prinsip ekonomi berlaku, jika permintaan naik sedangkan persediaan sedikit, maka harga akan naik.

Beberapa yang menawarkan koleksi perangko rata-rata dalam kondisi used, bahkan beberapa CTO (canceled to Order). Tentang CTO akan kita bahas dalam tulisan berikutnya. Umumnya Perangko used mempunyai harga lebih rendah dari perangko mint. Karena untuk menjaga kondisi mint tetap prima perlu perawatan extra. Perangko used yang mahal adalah yang langka. Untuk memastikannya kita perlu melihat katalog perangko atau melihat daftar harga dari beberapa pedagang perangko di dalam dan luar negeri.

Salam filatelis

Bestseller Blueprint

Business Mastery

NLP Revolution

" alt="Real Fitness Secrets" width="468" height="60" border="0" />

Tentang Agus Salim

Agus Salim Nama saya Agus Salim, Lahir di Kabupaten Kepulauan Selayar telah berkeluarga dan dikarunia 3 orang anak. Saya berprofesi sebagai wiraswasta dan berpengalaman dalam distributor alat rumah sakit dan property

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner